Timeline sejarah energi surya (infographic)

Dibawah ini adalah infographic mengenai timeline sejarah perkembangan energi surya yang sangat menarik dan ilustratif,  dari mulai ditemukan efek fotovoltaik pertama kali oleh Becquerel pada tahun 1839 sampai dengan kondisi tahun 2013.  Gambar ini diambil dari situs theecoexperts.co.uk.

The_Solar_Timeline (1)

Timeline Sejarah Energi Surya. (silakan di zoom untuk lebih jelas)

*Sumber: http://www.theecoexperts.co.uk/the-history-of-solar-energy-infographic

PLN Barter Listrik dengan Pelanggan Tenaga Surya

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) siap menerima kelebihan energi listrik yang dihasilkan pelanggan pengguna panel surya dengan menerapkan sistem ekspor-impor. Sistem ini dilakukan PLN kepada pelanggan pengguna panel surya sebagai upaya mendorong percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto menjelaskan untuk pelanggan PLN yang menggunakan panel surya, PLN akan memasang meter listrik ekspor-impor. “Pengiriman kelebihan listrik dapat terjadi karena pelanggan memiliki dua sumber pasokan listrik, dari panel surya dan dari PLN,” ujar Bambang dalam siarang pers yang diterimaMedia Indonesia, Kamis (21/11).

Energi listrik yang diterima PLN dari panel surya akan di-offset oleh PLN dengan energi listrik yang dikirim PLN ke pelanggan. “Bila listrik yang diterima PLN dari panel surya lebih besar dari listrik yang dikirim PLN, selisihnya menjadi deposit listrik yang akan diperhitungkan untuk pemakaian listrik bulan-bulan berikutnya.” kata dia.

Selain untuk mendorong pemanfaatan EBT, sistem ekspor-impor listrik juga bermanfaat menambah kapasitas pasokan listrik kepada pelanggan. “Hingga saat ini sudah ada beberapa pelanggan yang memanfaatkan panel surya dan melakukan barter energi listrik dengan PLN,” cetusnya.

Para pelangan PLN yang memasang panel surya di bangunan miliknya untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri selain dari PLN dapat menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya tersebut secara pararel dengan pasokan listrik dari PLN. Misalnya, dari pukul 07.30 hingga 17.00 pelangan menggunakan listrik dari panel surya miliknya. Kemudian sore, malam, dan menjelang pagi, pelanggan beralih menggunakan listrik dari PLN. (Ayomi Amindoni)

 

*Sumber: Metrotvnews

Grafik rekor efisiensi sel surya per October 2013

efficiency_chart

 

*Sumber : NREL

Terobosan baru dari sel surya perovskite – struktur planar juga bisa mencapai efisiensi 15%!

Terobosan baru kembali dihasilkan dari sel surya perovskite. Ternyata dengan melapiskan perovskite diatas lapisan TiO2 membentuk struktur planar konvensional yang umumnya digunakan di sel surya silikon dan juga thin film, efisiensi sel surya mampu mencapai lebih dari 15%.  Sebelumnya, peneliti-peneliti yang berkecimpung di riset sel surya perovskite menggunakan struktur sel surya yang mirip dengan dye-sensitized solar cell (DSSC), dimana material perovskite (CH3NH3PbI3-xClx) menempel di nanoporous TiO2 (https://teknologisurya.wordpress.com/2013/08/05/sel-surya-perovskite-primadona-baru-untuk-sel-surya-murah/ ).  Pada publikasi yang diterbitkan di jurnal Nature baru-baru ini, grup dari Universitas Oxford membuktikan bahwa struktur planar atau berlapis-lapis pun efisiensi sel surya perovskite bisa mencapai lebih daari 15%. (lihat gambar dibawah untuk struktur sel surya tersebut). Struktur konvensional tersebut bisa mempersimpel proses pembuatan sel surya perovskite secara umum dan dipercaya lebih menarik untuk aplikasi massal.

perovskite thin fiolm

Gambar 1. Struktur sel surya perovskite planar (hak cipta: doi:10.1038/nature12509)

Sumber : http://www.nature.com/nature/journal/vaop/ncurrent/full/nature12509.html

RI Lelang Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 80 Lokasi

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah akan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 80 lokasi yang tersebar di Tanah Air. Proyek itu ditargetkan bisa menghasilkan listrik 140 megawatt peak (MWp).

“Dari kapasitas 140 MWp tersebut pengembangan kapasitas di setiap daerah berbeda, minimum 1 MWp bahkan ada yang 8 MWp,”ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Rida Mulyana seperti dikutip dari situs Ditjen EBTKE, Kamis (22/8/2013).

Rida menjelaskan, 80 lokasi dengan total kapasitas 140 MWp yang akan dilelang tersebut merupakan sebagai pelaksanaan dari peraturan menteri (Permen) ESDM nomor 17 tahun 2013 yang mengatur pembelian tenaga listrik berbasis tenaga surya fotovoltaik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).

Dalam regulasi yang ditandatangani Menteri ESDM, Jero Wacik pada 12 Juni 2013, ditetapkan harga patokan tertinggi pembelian tenaga listrik dari PLTS fotovoltaik oleh PLN yaitu US$ 25 sen per kilowatthour (kWh).

Namun akan ada insentif dan ditetapkan dengan harga patokan tertinggi sebesar US$ 30 per kWh dengan catatan PLTS fotovoltaik menggunakan modul fotovoltaik dengan tingkat komponen dalam negeri sekurang-kurangnya 40%. Ketentuan mengenai tingkat komponen dalam negeri dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Pew/Ndw)

 

*Sumber: liputan6.com

Sel surya Perovskite – primadona baru untuk sel surya murah

Baru-baru ini grup peneliti dari EPFL Swiss yang dipimpin Prof. Graetzel, inventor dari dye-sensitized solar cell (DSSC), mengumumkan bahwa mereka telah berhasil memfabrikasi sel surya modifikasi dari dye-sensitized solar cell yang berbahan utama material perovskite sebagai dye dengan efisiensi mencapai 15%. Lebih menariknya lagi, sel surya ini berjenis solid-state yang artinya tidak menggunakan elektrolit yang sebagaimana dipakai di DSSC kovensional, dan umumnya pemakaian cairan elektrolit ini menyebabkan stabilitas DSSC kurang baik dalam waktu yang lama. Sebagai pengganti elektrolit digunakan hole transporting material (HTM) dari bahan organik. Temuan mereka ini dipublikasikan di jurnal Nature http://www.nature.com/nature/journal/v499/n7458/full/nature12340.html .

perovskite solar cell

Struktur Sel surya Perovskite (hak cipta: doi:10.1038/nature12340)

Seperti terlihat pada gambar diatas, dibandingkan dengan struktur DSSC konvensional, bagian-bagian yang berbeda yaitu di penggantian ruthenium-based dye dengan perovskite Ch3NH3PbI3 sebagai penyerap cahaya, elektrolit diganti dengan HTM untuk transport hole, dan TCO terlapis platina diganti dengan Au (emas) sebagai metal kontak dan juga kolektor dari hole. Dalam publikasinya, mereka juga menyebutkan bahwa sels surya ini mempunyai stabilitas yang cukup baik. Setelah iluminasi dengan solar simulator pada temperatur 45C selama 500 jam, drop efisiensi yang terjadi sebesar 20%. Mari kita ikuti bagaimana perkembangan sel surya perovskite ini, apakah dalam waktu dekat ini akan bisa masuk ke pasar komersil. Namun sebelumnya haru dibuktikan dulu dengan performansi yang tidak jauh berbeda apabila dibuat dalam skala modul.

Sumber: http://www.nature.com/nature/journal/v499/n7458/full/nature12340.html

Pemerintah Tetapkan Harga Listrik PLTS US$ 0,25 per Kwh

Jakarta,EnergiToday—Pemerintah merilis belied baru terkait kewajiban PLN membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Fotovoltaik milik swasta.

Harga jual sentrum tertinggi yang ditetapkan US$ 0,25 per kilowatt hours (kwh) ditambah insentif US$ 0,05 per kwh.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi terbarukan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul menjelaskan, investor PLTS dapat memperoleh harga jual listrik dengan total US$ 0,3 per kwh apabila telah memenuhi syarat dengan memenuhi tingkat kandungan dalam negeri sebesar 40%.

“Jika komponen utama seperti Fotovoltaik atau modul surya, inverter, dan controller seluruhnya diimpor, harga maksimalnya sebesar US$ 0,25 per kwh,” katanya kepada Kontan, Senin (24/6).

Menurut dia, apabila investor hanya mampu memenuhi kandungan kurang dari 40%, maka besaran insentif yang diperoleh akan disesuaikan dengan presentasenya.

Ketetapan harga jual sentrum terebut tertuang dalam Peraturan Menteri  ESDM Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PLN dari PLTS Fotovoltaik. (NK/KTN)

 

*Sumber: energitoday.com

*Peraturan menteri terkait bisa diunduh di http://prokum.esdm.go.id/permen/2013/Permen%20ESDM%2017%202013.pdf

MRS OnDemand – Situs Kumpulan Presentasi-presentasi di Meeting Material Research Society (Free!)

Bagi yang tertarik melihat presentasi-presentasi peneliti di bidang material dari berbagai universitas/institut di dunia,  bisa mencek situs http://www.prolibraries.com/mrs/?select=conference&conferenceID=2 . Situs tersebut berisi presentasi di sebagian simposium-simposium di event Material Research Society (MRS) meeting. Untuk saat ini yang tersedia adalah event MRS 2012 Fall Meeting dan MRS 2013 Spring Meeting. Cukup buat akun gratis dan kita bisa langsung akses ke tiap presentasi yang mereka upload.

 

MRS demand

Salah satu section di situs MRS OnDemand (Hak Cipta MRS OnDemand)

Grafik rekor efisiensi sel surya skala riset per Juni 2013

efficiency_chart

Grafik perkembangan rekor efisiensi berbagai jenis teknologi sel surya per 15 Juni 2013 (Sumber:NREL)

Penjualan modul surya di Jepang meningkat pesat sejak diberlakukan skema subsidi FIT

Sejak pemberlakuan skema subsidi FIT di Jepang mulai Juli 2012 yang lalu, dimana perusahaan listrik negara diharuskan membeli listrik yang dihasilkan oleh modul surya konsumen pada harga yang telah ditentukan, penjualan modul surya terus meningkat pesat dan tahun 2013 ini peningkatannya mencapai lebih dari dua kali lipat di banding tahun 2012.

Skema subsidi ini dilakukan oleh pemerintah Jepang setelah tragedi di Fukushima, untuk mendorong pemakaian energi alternatif sebagai sala satu cara mengurangi kebergantungan Jepang terhadap energi nuklir.

Tabel dibawah menunjukan akumulasi  penjualan modul surya dalam MW per tiga bulan. Angka yang ada didalam kurung menunjukan besarnya prosentase perubahan dibanding tahun lalu.

 

—————————————————Jan-Mar 2013    Oct-Dec 2012  July-Sept 2012  Apr-June 2012

Sel surya lokal                     882 (+202.1)         662 (+113.7)     424  (+50.7)      313  (+43.5)

Sel surya impor                  852 (+757.7)        342 (+253.5)     203 (+206.7)     132 (+228.2)

Penjualan dalam negeri  1,734 (+342.9)    1,003 (+146.9)   627  (+80.3)     445  (+72.2)

Penjualan luar negeri            130 (-20.2)        111  (-65.6)        153  (-57.3)      168  (-61.7)

*Sumber: http://www.reuters.com/article/2013/06/03/energy-japan-solar-idUSL3N0EC2LS20130603

%d blogger menyukai ini: