Kombinasi Teknologi Fotovoltaik dan Batere Mulai Digunakan Sebagai Salah Satu Solusi Menurunkan Konsumsi dan Tagihan Listrik di Jepang

Beberapa bulan lagi sekitar bulan Juni-Agustus, Jepang akan mengalami musim panas. Sudah menjadi tradisi bahwa konsumsi listrik pada musim panas akan meningkat secara tajam terutama karena kebutuhan penggunaan air conditioner diberbagai tempat, baik rumah, kantor, mall, bahkan di kereta sekalipun. Dengan di non-aktifkannya beberapa reaktor nuklir akibat bencana Fukushima, pemerintah Jepang harus mencari cara untuk mensuplai kebutuhan listrik yang tinggi ini dengan memerhatikan keamanan masyarakat tapi juga suplai yang stabil. Kombinasi antara sistem fotovoltaik dan teknologi batere menjadi sangat menarik karena batere bisa menyimpan listrik yang dihasilkan oleh fotovoltaik pada waktu siang hari, dan ketika matahari sudah tenggelam listrik yang tersimpan bisa digunakan. Menjadi lebih menarik lagi krena di Jepang sistem ini sudah terintegrasi dengan jaringan listrik nasional, sehingga listrik dari jaringan bisa disimpan dibatere disamping memaksimalkan sistem Feed-In-Tariff (FIT) nasional sehingga tagihan listrik konsumen bisa ditekan.

Tarif listrik di Jepang menggunakan sistem Time-of-Use (TOU), yaitu sistem tarif yang berbeda tergantung waktu, berbeda dengan sistem tarif konvensional yang flat sepanjang waktu. Gambar 1 dibawah menunjukan tarif (TOU) dari Tokyo Electric Power Company (TEPCO) dan juga FIT untuk rumah yang memasang sistem fotovoltaik. Dengan skema tersebut, konsumen bisa mengurangi tagihan listrik mereka dengan strategi seperti berikut,

  • Membeli dan menyimpan listrik dari jaringan pada jam-jam off-peak (11 pm – 7 am) seharga ¥11.82/kWh [US $0.12]
  • Menjual listrik yang dihasilkan dari fotovoltaik ke jaringan dengan tarif FIT seharga ¥38.0/kWh [US $0.38]
  • Menggunakan listrik dari fotovoltaik pada siang hari, jikta tidak membayar  ¥30.77 (10 am – 5 pm) [US $0.31] dan menggunakan listrik yang tersimpan di batere antara jam 7 sampai jam 10 am dan antara jam 5 sampai jam 11 , jika tidak membayar ¥25.2/kWh [US $0.25

Dengan sistem ini, konsumen bisa membli listrik pada saat harga terendah, dan juga bisa menjual pada harga tertinggi. Strategi ini diilustrasikan pada Gambar 2.

1-large-fighting-blackouts-japan-residential-pv-and-energy-storage-market-flourishing

Gambar 1. Tarif listrik TEPCO dan juga FIT dalam fungsi waktu

2-large-fighting-blackouts-japan-residential-pv-and-energy-storage-market-flourishing

Gambar 2. Strategi penghematan tagihan listrik dengan menggunakan kombinasi sistem PV dan batere

Untuk mensokong hal ini, para produsen fotovoltaik di Jepang seperti Panasonic, Kyocera, dan Sharp mulai menawarkan paket lithium-ion batere dengan modul fotovoltaik. Sebagai contoh Kyocera telah merilis lithium-ion batere untuk home konsumen terbesar di Jepang dengan kapasitas 14.4 kWH yang dijual seharga ¥4.45million [US $43,784], yang memungkinkan suplai listrik ke alat-alat elektronik seperti kulkas, TV, komputer sampai 24 jam. Untuk mendistribusikan produknya ini, mereka berkerja sama dengan Rakuten, yang merupkan situs belanja online terbesar di Jepang, dan menawarkan paket polycrystalline silikon fotovoltaik dan lithium battery pada harga yang relatif terjangkau. Mereka menawarkan beberapa paket tergantung dari kapasitasnya mulai dari harga ¥2.94 million ($29,730)  dengan sistem 2.28 kW sampai ¥4.168 million ($42,153) dengan sistem 6.27-kW .

Untuk mengatasi biaya investasi yang besar diawal oleh konsumen, salah satu perusahaan yaitu One Energy Corp. juga menawarkan pembelian angsuran perbulan dari mulai ¥3,045 ($31) sampai ¥5,145 ($52) perbulan dengan biaya gratis diawal (zero upfront payment).

Skema penghematan listrik dengan cara kombinasi fotovoltaik dan batere ini menunjukan bahwa dengan regulasi dan dukunganyang baik dari pemerintah, win-win solution bisa didapatkan dari pihak konsumen maupun produsen.

*Sumber: diadaptasi dan diterjemahkan secara bebas dari http://www.renewableenergyworld.com/rea/news/article/2013/05/fighting-blackouts-japan-residential-pv-and-energy-storage-market-flourishing?cmpid=WNL-Wednesday-May15-2013

Posted on Mei 15, 2013, in Berita Industri, Berita Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. aa ini tulisan wilman?
    papah, iseng 2 buka website, di kereta api lg menuju surabaya.

  2. Iya pah, iseng2 aja sambil ngisi waktu smbil belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: