2012 Jakarta bangun PLTS

Sindonews.com – Guna menghemat pemakaian energi bahan bakar fosil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memanfaatkan energi baru, yakni tenaga surya.

Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), energi baru ini telah mengalirkan listrik ke rumah-rumah warga dan perkantoran di Kepulauan Seribu, serta 39 titik penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

“Dengan bantuan dana APBN, kami telah membangun pemanfaatan energi baru terbarukan tenaga surya atau PLTS untuk rumah dan kantor Kepulauan Seribu,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, I Putu Ngurah Indiana di Balai Kota, Jakarta, Rabu, (12/10/2011).

Dijelaskannya, ada sekitar 10 PLTS yang didirikan di empat pulau di Kepulauan Seribu, dengan total daya listrik mencapai 43 ribu watt. Di antaranya, di Pulau Karya ada tujuh PLTS, di Pulau Rambut ada satu PLTS, di Pulau Onrust satu PLTS, dan di Pulau Sabira satu PLTS.

Selain itu, keberadaan PLTS juga mampu mengalirkan listrik ke PJU di Jakarta. Dinas, lanjutnya, bahkan berencana menambah titik lokasi PJU yang dialiri listrik dari tenaga surya di Kepulauan Seribu, yaitu sebanyak 53 titik PJU.

Kemudian di tahun 2012, Putu menjelaskan telah merencanakan proyek percontohan pembangunan PLTS dengan sistem terhubung (on gried) dengan jaringan PT PLN di salah satu bangunan yang merupakan aset Pemprov DKI.

“Semuanya ini sedang kita persiapkan. Kami harap dapat dilaksanakan pada tahun depan. Sehingga, daya kapasitas listrik bagi kota Jakarta bertambah dengan adanya PLTS tersebut,” ujarnya.

Sekadar diketahui, saat ini peningkatan kebutuhan listrik telah menjadi permasalahan yang mendesak para peneliti Indonesia. Energi listrik yang mampu dipasok oleh PLN Indonesia baru 1500-2000 MW. Pemadaman listrik bergilir masih sering dilakukan dan proyek listrik 10.000 MW masih belum tuntas sementara tuntutan atas pemenuhan listrik melonjak tiap tahun.

Sumber energi alternatif yang diharapkan tidak hanya bersifat renewable dan mudah dikonversi menjadi energi listrik, tetapi juga ramah lingkungan. Beberapa kalangan menilai bahwa energi yang paling sesuai adalah energi surya.

Sementara itu potensi tenaga surya Indonesia secara umum ada pada tingkat satisfy (cukup). Hal ini tentunya dapat menjadi salah satu patokan kita dalam menyusun perencanaan energi di masa depan. Selain itu potensi ini setidaknya dapat menjadi penyejuk di tengah panasnya isu krisis listrik yang selama ini menghantui Indonesia.

Untuk menuju pada tingkat kemampuan yang baik dalam hal supply tenaga listrik dari energi surya kita masih perlu berjuang. Teknologi konversi tenaga surya menjadi tenaga listrik bukanlah teknologi yang sederhana. Teknologi ini memerlukan berbagai komponen yang terkait dengan perhitungan dan pemikiran yang baik.

Editor: Dadan Muhammad Ramdan
Laporan: Dwi Afrilianti (okezone)

*Sumber : Sindonews

Posted on Oktober 13, 2011, in Berita Industri and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: