Fotovoltaik termasuk diantara industri yang berkembang paling pesat di dunia

Laporan terbaru dari European Commision Joint Research Center (JRC) mengenai status fotovoltaik (PV) dunia menunjukkan bahwa pada tahun 2010 produksi industri fotovoltaik meningkat sampai dua kali lipat  dibanding tahun sebelumnya dan mencapai volume produksi  sebesar 23.5 gigawatt (GW) dari modul fotovoltaik. Sejak 1990, produksi modul fotovoltaik telah meningkat sebanyak 500 kali lipat dari 46 megawatt (MW) menjadi 23.5 GW di 2010, yang membuat fotovoltaik salah satu dari industri yang paling berkembang pesat saat ini.

Fotovoltaik atau sel surya adalah divais yang menghasilkan energi listrik dengan mengkonversi radiasi matahari dan merupakan salah satu alternatif teknologi yang sangat potensial untuk mewujudkan suplai energi bebas emisi karbon. Teknologi sel surya yang umum digunakan saat ini sudah mapan dan mempunyai efisiensi dan energi output yang stabil untuk minimum 25 tahun. Keuntungan tersebut, ditambah dengan minimnya gangguan apabila terjadi kelebihan beban listrik dan juga makin meningkatnya harga listrik dari sumber energi konvensional, menambah daya tarik sistem fotovoltaik.

Total Produksi Fotovoltaik Dunia per-tahun (Gambar : JRC PV Status Report 2011)

Laporan yang berjudul JRC “PV Status Report 2011” ini mengevaluasi hasil survey lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa dengan total kapasitas yang terinstall sebesar lebih dari 29 GW, Uni-Eropa adalah pemimpin instalasi fotovoltaik dunia. Sampai akhir tahun 2010, instalasi fotovoltaik di Eropa mencakup lebih dari 70% total kapasitas fotovoltaik didunia.

Industri fotovoltaik telah berubah secara drastis beberapa tahun belakangan ini. Cina telah menjadi produsen tertinggi sel dan modul surya dunia, disusul oleh Taiwan, Jerman, dan Jepang. Diantara dua puluh produsen fotovoltaik terbesar didunia pada tahun 2010, hanya empat yang mempunya fasilitas produksi di Eropa, yaitu First Solar (USA, Jerman, Malaysia, Vietnam), Q-Cells (Jerman dan Malaysia), REC (Norwegia dan Singapura) dan Solarworld (Jerman dan USA).

Harga dari modul surya juga telah mengalami penurunan yang drastis sampai hampir 50% dalam tiga tahun belakangan ini. Analisis bisnis memprediksikan bahwa investasi dalam teknologi fotovoltaik dapat meningkat dua kali lipat dari 35-40  miliar Euro (sekitar 420 triliun rupiah) di 2010 menjadi lebih dari 70 miliar euro (sekitar 840 triliun rupiah) di 2015, disamping prediksi bahwa harga untuk konsumen akan terus menurun.

 

*Sumber : European Commision Joint Research Center

Posted on September 14, 2011, in Berita Industri. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: